Jumat, 07 Oktober 2011

Dahulu Tanjung Balai Ibukota Asahan


Tengku Alexander, Tengku Abraham (Sultan Asahan XII), Drs Thamrin Munthe, M Hum dan Tengku Muhammad Iqbal
Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini). QS Muhammad: 38.
Untuk mengenang sejarah Kota Tanjung Balai, Pemko telah berkenan membangun  BALAI di tepi tanjung sungai asahan
140. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,
141. dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. QS Ali Imran: 140-141.



Perjalanan Sultan Aceh “Sultan Iskandar Muda” ke Johor dan Malaka pada tahun 1612 dapat dikatakan sebagai awal dari Sejarah Asahan. Dalam perjalanan tersebut, rombongan Sultan Iskandar Muda beristirahat di kawasan sebuah hulu sungai, yang kemudian dinamakan ASAHAN. Perjalanan dilanjutkan ke sebuah “Tanjung” yang merupakan pertemuan antara sungai Asahan dengan sungai Silau, kemudian bertemu dengan Raja Simargolang. Di tempat itu juga, Sultan Iskandar Muda mendirikan sebuah pelataran sebagai “Balai” untuk tempat menghadap, yang kemudian berkembang menjadi perkampungan. Perkembangan daerah ini cukup pesat sebagai pusat pertemuan perdagangan dari Aceh dan Malaka, sekarang ini dikenal dengan “Tanjung Balai”.

Dari hasil perkawinan Sultan Iskandar Muda dengan salah seorang puteri Raja Simargolang lahirlah seorang putera yang bernama Abdul Jalil yang menjadi cikal bakal dari kesultanan Asahan. Abdul Jalil dinobatkan menjadi Sultan Asahan I. Pemerintahan kesultanan Asahan dimulai tahun 1630 yaitu sejak dilantiknya Sultan Asahan I s.d. XI. Selain itu di daerah Asahan, pemerintahan juga dilaksanakan oleh datuk-datuk di Wilayah Batu Bara dan ada kemungkinan kerajaan-kerajaan kecil lainnya. Tanggal 22 September 1865, kesultanan Asahan berhasil dikuasai Belanda. Sejak itu, kekuasaan pemerintahan dipegang oleh Belanda.
Kekuasaan pemerintahan Belanda di Asahan/Tanjung Balai dipimpin oleh seorang Kontroler, yang diperkuat dengan Gouverments Besluit tanggal 30 September 1867, Nomor 2 tentang pembentukan Afdeling Asahan yang berkedudukan di Tanjung Balai dan pembagian wilayah pemerintahan dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu:
1. Onder Afdeling Batu Bara
2. Onder Afdeling Asahan
3. Onder Afdeling Labuhan Batu.

Kerajaan Sultan Asahan dan pemerintahan Datuk-Datuk di wilayah Batu Bara tetap diakui oleh Belanda, namun tidak berkuasa penuh sebagaimana sebelumnya. Wilayah pemerintahan Kesultanan dibagi atas Distrik dan Onder Distrik yaitu:
1. Distrik Tanjung Balai dan Onder Distrik Sungai Kepayang.
2. Distrik Kisaran.
3. Distrik Bandar Pulau dan Onder Distrik Bandar Pasir Mandoge.

Sedangkan wilayah pemerintahan Datuk-datuk di Batu Bara dibagi menjadi wilayah Self Bestuur yaitu:
1. Self Bestuur Indrapura
2. Self Bestuur Lima Puluh
3. Self Bestuur Pesisir
4. Self Bestuur Suku Dua ( Bogak dan Lima Laras ).

Pemerintahan Belanda berhasil ditundukkan Jepang (tanggal 13 Maret 1942), sejak saat itu Pemerintahan Fasisme Jepang disusun menggantikan Pemerintahan Belanda. Pemerintahan Fasisme Jepang dipimpin oleh Letnan T. Jamada dengan struktur pemerintahan Belanda yaitu Asahan Bunsyu dan bawahannya Fuku Bunsyu Batu bara. Selain itu, wilayah yang lebih kecil di bagi menjadi Distrik yaitu Distrik Tanjung Balai, Kisaran, Bandar Pulau, Pulau Rakyat dan Sei Kepayang. Pemerintahan Fasisme Jepang berakhir pada tanggal 14 Agustus 1945 dan 17 Agustus 1945 Kemerdekaan Negara Republik Indonesia diproklamirkan. Sesuai dengan perkembangan Ketatanegaraan Republik Indonesia, maka berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1945, Komite Nasional Indonesia Wilayah Asahan di bentuk pada bulan September 1945. Pada saat itu pemerintahan yang di pegang oleh Jepang sudah tidak ada lagi, tapi pemerintahan Kesultanan dan pemerintahan Fuku Bunsyu di Batu Bara masih tetap ada. Tanggal 15 Maret 1946, berlaku struktur pemerintahan Republik Indonesia di Asahan dan wilayah Asahan di pimpin oleh Abdullah Eteng sebagai kepala wilayah dan Sori Harahap sebagai wakil kepala wilayah, sedangkan wilayah Asahan dibagi atas 5 (lima) Kewedanan, yaitu:

1. Kewedanan Tanjung Balai
2. Kewedanan Kisaran
3. Kewedanan Batubara Utara
4. Kewedanan Batubara Selatan
5. Kewedanan Bandar Pulau.

Kemudian setiap tahun tanggal 15 Maret diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Asahan.
Pada Konferensi Pamong Praja se-Keresidenan Sumatera Timur pada bulan Juni 1946 diadakan penyempurnaan struktur pemerintahan, yaitu:
1. Sebutan Wilayah Asahan diganti dengan Kabupaten Asahan
2. Sebutan Kepala Wilayah diganti dengan sebutan Bupati
3. Sebutan Wakil Kepala Wilayah diganti dengan sebutan Patih
4. Kabupaten Asahan dibagi menjadi 15 (lima belas ) Wilayah Kecamatan terdiri dari;

a. Kewedanan Tanjung Balai dibagi atas 4 (empat) Kecamatan, yaitu :
  1. Kecamatan Tanjung Balai
  2. Kecamatan Air Joman
  3. Kecamatan Simpang Empat
  4. Kecamatan Sei Kepayang
b. Kewedanan Kisaran dibagi atas 3 (tiga) Kecamatan, yaitu :
  1. Kecamatan Kisaran
  2. Kecamatan Air Batu
  3. Kecamatan Buntu Pane
c. Kewedanan Batubara Utara terdiri atas 2 (dua) Kecamatan, yaitu:
  1. Kecamatan Medang Deras
  2. Kecamatan Air Putih
d. Kewedanan Batu Bara Selatan terdiri atas 3 (tiga) Kecamatan, yaitu:
  1. Kecamatan Talawi
  2. Kecamatan Tanjung Tiram
  3. Kecamatan Lima Puluh
e. Kewedanan Bandar Pulau terdiri atas 3 (tiga) Kecamatan, yaitu:
  1. Kecamatan Bandar Pulau
  2. Kecamatan Pulau Rakyat
  3. Kecamatan Bandar Pasir Mandoge.
Berdasarkan keputusan DPRD-GR Tk. II Asahan No. 3/DPR-GR/1963 Tanggal 16 Pebruari 1963 diusulkan ibukota Kabupaten Asahan dipindahkan dari Kotamadya Tanjung Balai ke kota Kisaran dengan alasan supaya Kotamadya Tanjung Balai lebih dapat mengembangkan diri dan juga letak Kota Kisaran lebih strategis untuk wilayah Asahan. Hal ini baru teralisasi pada tanggal 20 Mei 1968 yang diperkuat dengan peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 1980, Lembaran Negara Tahun 1980 Nomor 28, Tambahan Negara Nomor 3166.

Pada tahun 1982, Kota Kisaran ditetapkan menjadi Kota Administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1982, Lembaran Negara Nomor 26 Tahun 1982. Dengan adanya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 821.26-432 tanggal 27 Januari 1986 dibentuk Wilayah Kerja Pembantu Bupati Asahan dengan 3 (tiga) wilayah Pembantu Asahan, yaitu :

1. Pembantu Bupati Wilayah-I berkedudukan di Lima Puluh meliputi :
a. Kecamatan Medang Deras
b. Kecamatan Air Putih
c. Kecamatan Lima Puluh
d. Kecamatan Talawi
e. Kecamatan Tanjung Tiram

2. Pembantu Bupati Wilayah-II berkedudukan di Air Joman meliputi :
a. Kecamatan Air Joman
b. Kecamatqan Meranti
c. Kecamatan Tanjung Balai
d. Kecamatan Simpang Empat
e. Kecamatan Sei Kepayang

3. Pembantu Bupati Wilayah-III berkedudukan di Buntu Pane meliputi:
a. Kecamatan Buntu Pane
b. Kecamatan Bandar Pasir Mandoge
c. Kecamatan Air Batu
d. Kecamatan Pulau Rakyat
e. Kecamatan Bandar Pulau

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 4 Tahun 1981 dan Peraturan Daerah Tingkat I Sumatera Utara Nomor 5 Tahun 1983 tentang Pembentukan, Penyatuan, Pemecahan dan Penghapusan Desa di Daerah Tingkat II Asahan telah dibentuk 40 ( empat puluh) Desa Persiapan dan Kelurahan Persiapan sebanyak 15 (lima belas) yang tersebar dibeberapa Kecamatan, yang peresmian pendefinitifan-nya dilaksanakan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara pada tanggal 20 Pebruari 1997, sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara Nomor 146/2622/SK/Tahun 1996 tanggal 7 Agustus 1996.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara Nomor 138/ 814.K/Tahun 1993 tanggal 5 Maret 1993 telah dibentuk Perwakilan Kecamatan di 3 (tiga) Kecamatan, masing-masing sebagai berikut :
1. Perwakilan Kecamatan Sei Suka di Kecamatan Air Putih
2. Perwakilan Kecamatan Sei Balai di Kecamatan Tanjung Tiram
3. Perwakilan Kecamatan Aek Kuasan di Kecamatan Pulau Rakyat.

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Asahan no. 323 tanggal 20 September 2000 dan Peraturan Daerah Kabupaten Asahan no. 28 tanggal 19 September 2000 telah menetapkan tiga kecamatan perwakilan yaitu Kecamatan Sei Suka, Aek Kuasan dan Sei Balai menjadi kecamatan yang Definitif. Kemudian berdasarkan Peraturan Bupati Asahan Nomor 9 Tahun 2006 tanggal 30 Oktober 2006 dibentuk 5 (lima ) desa baru hasil pemekaran yaitu :

- Desa Tomuan Holbung, pemekaran dari desa Huta Padang, Kec. BP Mandoge
- Desa Mekar Sari, pemekaran dari desa Pulau Rakyat Tua, Kec. Pulau Rakyat
- Desa Sipaku Area, pemekaran dari desa Simpang Empat, kec. Simpang Empat
- Desa Sentang, pemekaran dari desa Lima Laras, kec. Tanjung Tiram
- Desa Suka Ramai, pemekaran dari desa Limau Sundai, kec. Air Putih.


Pada pertengahan tahun 2007 berdasarkan Undang-undang RI Nomor 5 tahun 2007 tanggal 15 Juni 2007 tentang pembentukan Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Asahan dimekarkan menjadi dua Kabupaten yaitu Asahan dan Batu Bara. Wilayah Asahan terdiri atas 13 kecamatan sedangkan Batu Bara 7 kecamatan. Tanggal 15 Juni 2007 juga dikeluarkan keputusan Bupati Asahan Nomor 196-Pem/2007 mengenai penetapan Desa Air Putih, Suka Makmur dan Desa Gajah masuk dalam wilayah Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan. Sebelumnya ketiga desa tersebut masuk dalam wilayah kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara, namun mereka memilih bergabung dengan Kabupaten Asahan.

Struktur Pemerintahan Kabupaten Asahan pada saat ini terdiri dari:
  • Sekretariat Daerah Kab. Asahan
  • Sekretariat DPRD Kab. Asahan
  • 1 Inspektorat
  • 16 Dinas Daerah
  • 7 Lembaga Teknis Daerah berbentuk
Badan dan 3 berbentuk Kantor
  •  13 Kecamatan
  •  149 D e s a
  •  27 Kelurahan
Dari mulai berdirinya Kabupaten Asahan yaitu pada tanggal 15 Maret 1946 sampai dengan sekarang, Kabupaten Asahan dipimpin oleh Bupati Asahan yaitu:
  1. ABDULLAH ETENG  15-3-1946 s/d 30-1-1954 
  2. RAKUTTA SEMBIRING  1-2-1954 s/d 29-2-1960 
  3. H. ABDUL AZIZ  1-3-1960 s/d 3-5-1960 
  4. USMAN J S.   4-5-1960 s/d. 10-5-1966
  5. H. A. MANAN SIMATUPANG  11-5-1966 s/d 31-1-1979
  6. Drs. IBRAHIM GANI sebagai pelaksana Bupati  1-2-1979 s/d 2-3-1979
  7. DR. BAHMID MUHAMMAD  2-3-1979 s/d 2-3-1984 
  8. H. A. RASYID NASUTION, SH sebagai pelaksana Bupati  2-3-1984 s/d 17-3-1984 
  9. ABD. WAHAB DALIMUNTE, SH sebagai pelaksana Bupati  17-3-1984 s/d 22-6-1984 
  10. H. ZULFIRMAN SIREGAR  22-6-1984 s/d 22-6-1989 
  11. H. RIHOLD SIHOTANG periode I  22-6-1989 s/d 22-6-1994 
  12. H. RIHOLD SIHOTANG peroide II  22-6-1994 s/d Juli 1999 
  13. Drs. H. FACHRUDDIN LUBIS sebagai pelaksana Bupati  7 - 1999 s/d 12-1- 2000 
  14. Drs. HAKIMIL NASUTION sebagai pelaksana Bupati  12-1-2000 s/d 25-3-2000 
  15. Drs. H. RISUDDIN  25-3-2000 s/d 25-3-2005 
  16. Ir. H. SYARIFULLAH HARAHAP, Msi sebagai pelaksana Bupati  25-3-2005 s/d 8-8-2005
  17. Drs. H. RISUDDIN  8-8-2005 s/d 2010 
  18. Drs H Taufan Gama Simatupang, MAP 2010 - 2015
Wakil Bupati H Surya, BSc
Lahir di Pulau Raja 22-05-1955 Alumni ITTM Medan
Bupati Asahan
Bupati Drs H Taufan Gama Simatupang, MAP 
Lahir di Medan 28-08-1963 Alumni S2 UMA Medan
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah-GR Kabupaten Asahan sebagai berikut :
  1. SYEH ISMAIL ABDUL WAHAB  27-1-1945 s/d 26-1-1947 
  2. SAIDI MULI  27-1-1947 s/d 17-8-1957 
  3. H. AHMAD DAHLAN  17-8-1957 s/d 4-6-1960 
  4. USMAN SAID  4-6-1960 s/d 31-8-1965
  5. NUR ARMANSYAH  31-8-1965 s/d 15-2-1967
Sedangkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Asahan adalah :
Benteng Panjaitan, SH dari Partai Golkar Ketua DPRD 2009-2014
  1. AHMAD SALEH  15-2-1967 s/d 17-11-1972 
  2. NURMANSYAH  17-2-1972 s/d 11-8-1977 
  3. Dr. BAHMID MUHAMMAD  11-8-1977 s/d 2-3-1979 
  4. H. A. EFFENDY HASYIM  6-10-1979 s/d 11-8-1982 
  5. H. SUPARMIN  11-8-1982 s/d 11-7-1987 
  6. H. SAID YUSUF  11-7-1987 s/d 11-7-1992 
  7. H. AMINUDDIN SIMBOLON  11-7-1992 s/d 25-7-1997 
  8. H. AMINUDDIN SIMBOLON  25-7-1997 s/d 7-9-1999 
  9. H. SYAMSUL BAHRI BATUBARA 14-10-1999 - 2004 
  10. Drs H BUSTAMI, HS  2004 - 2009
  11. Benteng Panjaitan, SH  2009-2014
Drs H Bustami, HS dari PPP Ketua DPRD 2004-2009

Kamis, 29 September 2011

Anggota DPR Dapil Sumatera Utara 3 PEMILU 2009


Ruhut Poltak Sitompul, SH Lahir di Medan 24-03-1954 Alamat Jl. Bangka XI-C/32 Jakarta Selatan. Anggota Komisi III DPR RI dari Partai Demokrat ini sebelumnya telah lebih dahulu sukses sebagai advokat dan artis sinetron. Pernah menjadi pegawai di Badan Pertanahan Nasional, Penatar BP-7 di DKI Jakarta dan Manggala BP-7 Pusat. Alumni Fakultas Hukum Padjajaran Bandung ini lolos menjadi anggota DPR berdasarkan raihan 67.162 suara, raihan suaranya secara individual bertengger di ranking pertama
Daerah Pemilihan SUMATERA UTARA III
Kab. Asahan | Kota Tanjung Balai | Kota Pematang Siantar
Kab. Simalungun | Kab. Pakpak Bharat | Kab. Dairi | Kab. Karo
Kota Binjai | Kab. Langkat | Kab. Batubara



H. NASRIL BAHAR, SE Anggota Komisi VI DPR RI periode 2004-2009 dan 2009-2014. Lahir di Medan 31-12-1964. Alamat Jl. Sakti Lubis No. 416 Medan.
Selain kader PARTAI AMANAT NASIONAL dan Muhammadiyah, sebelum terjun ke dunia politik beliau adalah pengusaha fashion yang termasyhur di Medan. Alumni Fakultas Ekonomi UMSU ini kembali lolos menjadi anggota DPR berdasarkan raihan 63.468 suara Pemilu 2009
Daerah Pemilihan SUMATERA UTARA III
Kab. Asahan | Kota Tanjung Balai | Kota Pematang Siantar
Kab. Simalungun | Kab. Pakpak Bharat | Kab. Dairi | Kab. Karo
Kota Binjai | Kab. Langkat | Kab. Batubara



EDI RAMLI SITANGGANG, SH Lahir di Pematang Siantar 13-10-1953 Alamat Jl. Cakrawijaya XII/18 Jakarta Timur.
Anggota Komisi III DPR RI dari Partai Demokrat. Alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (1996) ini lolos menjadi anggota DPR berdasarkan raihan 58.675 suara Pemilu 2009
Daerah Pemilihan SUMATERA UTARA III
Kab. Asahan | Kota Tanjung Balai | Kota Pematang Siantar
Kab. Simalungun | Kab. Pakpak Bharat | Kab. Dairi | Kab. Karo
Kota Binjai | Kab. Langkat | Kab. Batubara



Ir. ALI WONGSO HALOMOAN SINAGA Lahir di Sidikalang 10-12-1954 Alamat Jl. Sekolah Kencana I/9 Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Anggota Komisi V DPR RI dari Partai Golongan Karya. Alumni Filsafat Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Teknik Sipil Institut Sains & Teknologi Nasional,dan SMAN 1 Medan ini lolos menjadi anggota DPR berdasarkan raihan 45.954 suara Pemilu 2009
Daerah Pemilihan SUMATERA UTARA III
Kab. Asahan | Kota Tanjung Balai | Kota Pematang Siantar
Kab. Simalungun | Kab. Pakpak Bharat | Kab. Dairi | Kab. Karo
Kota Binjai | Kab. Langkat | Kab. Batubara



H. Tritamtomo, SH Lahir di Bogor 15-02-1951 Alamat Jl. Kahfi Raya 22A Ciganjur, Jakarta Selatan. Lulusan Akabri Magelang ini pernah menjadi Pangdam I Bukit Barisan (2002-2005) dan bertarung dalam Pilgubsu 2008. Anggota Komisi I DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Beliau lolos menjadi anggota DPR berdasarkan raihan 43.890 suara Pemilu 2009
Daerah Pemilihan SUMATERA UTARA III
Kab. Asahan | Kota Tanjung Balai | Kota Pematang Siantar
Kab. Simalungun | Kab. Pakpak Bharat | Kab. Dairi | Kab. Karo
Kota Binjai | Kab. Langkat | Kab. Batubara



MAIYASYAK JOHAN, SH, MH Lahir di Kisaran 03-11-1956 Alamat Jl. KPBD 56-57, Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Selatan.
Gelar Sarjana Hukum dicapainya di FH USU, Magister Hukum di FH UI dan S3 di Unpad Bandung. Sebelum menjadi anggota DPR ia advokat di Law Office Maiyasyak-Raharjo & Partners Jakarta (1997-2004), Pembantu Rektor IV Universitas Amir Hamzah Medan (2000-2002) dan Konsultan Hukum Bank Indonesia (2000).
Anggota Komisi XI DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan. Mantan anggota DPR periode 2004-2009. Kembali menjadi anggota DPR berdasarkan raihan 43.542 suara Pemilu 2009
Daerah Pemilihan SUMATERA UTARA III
Kab. Asahan | Kota Tanjung Balai | Kota Pematang Siantar
Kab. Simalungun | Kab. Pakpak Bharat | Kab. Dairi | Kab. Karo
Kota Binjai | Kab. Langkat | Kab. Batubara



ANSORY SIREGAR Lahir di Bangun Purba 10-06-1965 Alamat Tebet Barat II/3 RT 04/02 Jakarta. Selain Bahasa Indonesia ia juga mengerti Bahasa Arab.
S1 dicapainya di Universitas Damaskus Syiria. Ia pun alumni Pondok Pesantren Darussalam Gontor. Pernah menjadi dosen Islamic Centre Den Haag Belanda, STI Al-Hikmah, Ma`had Al-Furqon, Ma`had Al-Mubaroq dan guru SMPIT Al-Hikmah Jakarta.
Anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera periode 2009-2014. Beliau pun telah menjadi anggota DPR periode 2004-2009. Kembali lolos menjadi anggota DPR berdasarkan raihan 43.287 suara Pemilu 2009
Daerah Pemilihan SUMATERA UTARA III
Kab. Asahan | Kota Tanjung Balai | Kota Pematang Siantar
Kab. Simalungun | Kab. Pakpak Bharat | Kab. Dairi | Kab. Karo
Kota Binjai | Kab. Langkat | Kab. Batubara



Dr. CAPT. ANTHON SIHOMBING Lahir di Tapanuli 28-02-1952 Alamat Jl. Pramuka Jaya VI/14 Matraman, Jakarta Timur.
Pendidikan S3 dilaluinya di Universitas Satyagama, S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (1982), S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (1977).
Pernah berkarir sebagai Promotor Tinju Profesional berklasifikasi Internasional (1988-1998) dan Speedtrans Intercon Cargo sejak 1987. Pernah menjadi anggota DPR pengganti antar waktu 2002-2004 Fraksi Golkar.
Anggota Komisi IV dari Partai Golkar periode 2009-2014 ini, lolos menjadi anggota DPR berdasarkan raihan 32.354 suara Pemilu 2009
Daerah Pemilihan SUMATERA UTARA III
Kab. Asahan | Kota Tanjung Balai | Kota Pematang Siantar
Kab. Simalungun | Kab. Pakpak Bharat | Kab. Dairi | Kab. Karo
Kota Binjai | Kab. Langkat | Kab. Batubara



IMRAN MUCHTAR Lahir di Tanjung Pura 24-05-1957 Alamat Jl. Kesatria No. 8 Tanjung Gusta, Medan. Alumni Akademi Penilik Kesehatan Teknologi Sanitasi Jakarta (1981). Sebelum menjadi anggota DPR, beliau bekerja sebagai agen penjualan hasil laut dan bumi di tempat kelahirannya Langkat. Ia pun anggota Majlis Ulama Indonesia di Sumatera Utara.
Anggota Komisi VIII dari Partai Demokrat periode 2009-2014 ini, lolos menjadi anggota DPR berdasarkan raihan 27.574 suara Pemilu 2009
Daerah Pemilihan SUMATERA UTARA III
Kab. Asahan | Kota Tanjung Balai | Kota Pematang Siantar
Kab. Simalungun | Kab. Pakpak Bharat | Kab. Dairi | Kab. Karo
Kota Binjai | Kab. Langkat | Kab. Batubara



MARTIN HAMONANGAN HUTABARAT Lahir di Pematang Siantar 26-11-1951 Alamat Jl. Minyak I/6 Duren Tiga, Jakarta Selatan. Pernah menjadi anggota DPR 1987-1992 dari Golongan Karya dan BP 7 Pusat 1980-1999.
Anggota Komisi III dari Partai Gerakan Indonesia Raya periode 2009-2014 ini, lolos menjadi anggota DPR berdasarkan raihan 16.122 suara Pemilu 2009
Daerah Pemilihan SUMATERA UTARA III
Kab. Asahan | Kota Tanjung Balai | Kota Pematang Siantar
Kab. Simalungun | Kab. Pakpak Bharat | Kab. Dairi | Kab. Karo
Kota Binjai | Kab. Langkat | Kab. Batubara

Selasa, 13 September 2011

10 Besar Suara Anggota DPRD Kota Tanjung Balai

Ranking 10 besar calon anggota legislatif yang berhasil duduk menjadi anggota DPRD Kota Tanjung Balai periode 2009 s.d. 2014


Drs Hariono 2045 suara
Top 1 Dapil 2 PKB
Tanjung Balai, 4-3-1968
Romay Noor, SE 1859 suara
Top 2 Dapil 1 P Golkar
Tanjung Balai, 12-5-1960


  
Encen Sitorus, SH  1776 suara
Top 3 Dapil 2  P. Patriot
Tanjung Balai, 24-9-1964

Nessy Ariyani  1576 suara
Top 4 Dapil 3 P. Hanura
Teluk Nibung, 28-5-1971

Muhammad Yusuf 1436 suara
Top 5 Dapil 3 PPP
Tanjung Balai, 23-10-1967

Artati, SE 1418 suara
Top 6 Dapil 2 Partai Golkar
Pandeglang, 19-10-1965


Ridwan, Amd 1245 suara
Top 7 Dapil 3 P. Demokrat
Teluk Nibung, 5-1-1970
Said Budy Syafril, SH 1224 suara

Top 8 Dapil 3 P. Golkar
Tanjung Balai, 12-4-1974


Hakim Tjoa Kian Lie 1095 suara
Top 9 Dapil 1 PDIP
Tanjung Balai, 9-6-1968
Surya Darma AR 1002 suara
Top 10 Dapil 3 PDIP
Teluk Nibung, 4-8-1971

Kamis, 08 September 2011

TERNAK LEBAH MADU


68. Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia".
69. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. QS An Nahl: 68-69.

Ada beragam jenis lebah madu yang layak dibudidayakan. Di antaranya dari jenis lebah hutan (apis dorsata), lebah lokal (apis cerana), dan lebah unggul (apis mellifera). 
  
Lebah unggul, sesuai namanya, yang paling disenangi pasar. Jenis ini lebih produktif dibandingkan lebah lokal, juga lebih jinak. Racun pada sengatnya sangat cocok untuk pengobatan berbagai penyakit.

Lebah yang dibudidayakan oleh banyak peternak di dunia, awalnya berasal dari daratan Eropa.

Modal yang diperlukan dalam beternak lebah madu adalah pengetahuan dasar dalam beternak lebah madu, investasi modal tetap yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode panen termasuk alat-alat produksi dan koloni lebah madu minimal 40 kotak idealnya adalah 100 kotak koloni lebah madu.

Pemilihan bibit Lebah Madu jenis unggul
Ciri-ciri bibit lebah madu kwalitas super:
1.        Mempunyai Ratu lebah yang secara fisik bagus dan berusia antara 3 bulan sampai 1 tahun
2.        Jumlah dan kwalitas telor yang dihasilkan Ratu lebah banyak
3.        Hasil panen  lebih banyak baik hasil madu, bee pollen, royal jelly dan propolis
4.        Larva lebah yang dihasilkan lebih segar
5.       Lebah biasanya lebih agresif

Memperbanyak koloni lebah madu
Beternak lebah madu agar menghasilkan keuntungan yang optimal seorang peternak lebah madu harus mempunyai minimal 100 kotak koloni lebah madu. Langkah-langkah untuk meningkatkan jumlah koloni lebah madu:
Gembalakan lebah madu pada lokasi yang tersedia pakan cukup banyak. Dengan tersedianya pakan yang cukup maka ratu lebah akan lebih banyak menghasilkan telor dan lebah pekerja juga lebih giat membuat sarang baru.
1.        Menyiapkan calon Ratu lebah madu untuk ditempatkan dalam koloni lebah madu yang baru.
2.        Memisahkan koloni lebah madu yang sudah padat ke dalam kotak koloni lebah madu yang baru dan  ditempatkan calon ratu lebah baru atau ratu lain yang sudah jadi.

Membuat calon Ratu Lebah
1.      Ambil larva lebah madu yang baru menetas usia 1 hari
2.      Masukan kedalam satu potong frame Royal jelly
3.      Frame Royal jelly yang sudah terisi larva lebah madu di tempatkan pada kotak super ( kotak lebah madu yang berisi koloni lebah madu minimal 2 tingkat)
4.      Sekat/pisahkan kotak super lebah madu tersebut dengan ratu lebah berada di kotak bawah dan frame royal jelly calon ratu lebah madu di tempatkan pada kotak atasnya. Sehingga ratu lebah madu tidak bisa mendekati calon ratu lebah madu.
5.      Diamkan selama 11 hari sampai calon ratu lebah menjadi kepompong.
6.      Setelah sebelas hari calon ratu dipindahkan ke kotak lebah yang besisi koloni lebah tanpa ada ratunya.
7.      13 hari calon ratu lebah keluar kepompong dan langsung diangkat menjadi ratu lebah oleh koloni lebah tersebut
8.       Bisanya setelah seminggu ratu lebah siap untuk kawin dan mengembangkan koloni lebah yang baru ditempat tersebut.

Peralatan Beternak Lebah Madu :
1.     Kotak lebah, tempat koloni lebah madu terbuat dari kayu Suren atau Mahoni
2.     Alat pengasap untuk menjinakan lebah madu yang agresif
3.     Masker pelindung serangan lebah madu
4.     Pengungkit sisiran
5.     Sikat sisiran lebah madu
6.     Sisiran yang terbuat dari rangka kayu dan ditengahnya diberi kawat sebagai penahan landasan sarang lebah madu
7.     Pollen Trap untuk panen Bee Pollen
8.     Frame Royal jelly untuk panen Royal Jelly dan membuat calon Ratu Lebah
9.     Extraktor untuk panen Madu

Penggembalaan Lebah Madu
Antara bulan Mei hingga September adalah masa dimana peternak lebah menggembalakan lebah madunya ke perkebunan-perkebunan yang menyediakan pakan lebah madu cukup banyak.
Peternak lebah madu di pulau Jawa umumnya mengembalakan lebah madu ke perkebunan Karet, Kapuk, Rambutan, Lengkeng, Mangga, Kopi dan Duwet, sehingga dihasilkan Madu berdasarkan spesifikasi jenis bunga.

Antara bulan Mei hinga September inilah saat di mana peternak lebah madu menikmati manisnya pendapatan dari hasil lebah madu seperti madu dari berbagai jenis bunga, Bee pollen dan Royal jelly.
Setelah bulan September peternak lebah madu mengalami masa paceklik, dimana musim madu telah lewat. Untuk menutupi biaya perawatan lebah madu maka umumnya peternak mengembalakan lebahnya ke perkebunan jagung, disini peternak lebah madu dapat menghasilkan Bee pollen jagung dan Royal jelly.

Kendala yang biasa dihadapai Peternak Lebah Madu:
1. Factor Alam (cuaca):
Tahun 2007 banyak peternak lebah madu yang gulung tikar akibat cuaca yang tidak menentu. Sebagai contoh, peternak lebah dengan perhitungan tahun sebelumnya biasanya panen madu kelengkeng sekitar bulan September. Dengan asumsi tersebut peternak lebah madu akan mengembalakan lebahnya ke daerah Ambarawa namun akibat cuaca yang tidak menentu ternyata pohon kelengkeng gagal berbunga.
Peternak yang sudah terlanjur membawa koloni lebahnya ke tempat tersebut tentu akan rugi besar selain biaya transportasi yang mahal juga banyak lebah yang mati kelaparan.

2. Lingkungan Masyarakat
Masyarakat Indonesia pada saat ini mulai memahami manfaat kehadiran peternak lebah madu sama seperti di luar negri. Peternak lebah mulai  dicari (diberi rangsangan mengembangkan ternak lebah) untuk membantu penyerbukan perkebunan dan diberi upah karena telah membantu meningkatkan hasil produksi pertaniannya.

Syarat untuk berhasil dalam bisnis ini cukup dengan menimba ilmu dan menerapkan pengetahuan yang dimiliki tentang kehidupan koloni lebah. 
Misalnya suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 derajat C, pada suhu ini lebah dapat beraktifitas normal. Suhu di atas 10 derajat C lebah masih beraktifitas. 
Di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal (25 derajat C). 
Lokasi yang disukai lebah adalah tempat terbuka, jauh dari keramaian dan banyak terdapat bunga sebagai pakannya.

Lebah madu Apis millifera bisa menghasilkan madu, bee pollen, propolis, royal jelly dalam jumlah yang cukup tinggi untuk tiap tahunnya.

Lebah madu Apis mellifera lebih dikenal dengan sebutan lebah madu Italia. Jenis ini sangat poluper dibelahan benua eropa sebagai lebah ternak. Dan saat ini lebah madu Italia diternakkan di Eropa, Amerika, Australia dan belahan dunia yang lain. Apis Mellifera begitu terkenal karena mampu menghasilkan madu sejumlah 200 kg perkoloni dalam tiap tahunnya.
Lebah madu jenis ini jauh lebih mudah diternakan dibandingkan jenis yang lain, bersifat jinak dan mampu beradaptasi dengan mudah pada suatu lingkungan sehingga lebah jenis ini tidak mudah meninggalkan sarangnya.

Biasanya para peternak akan menggembalakan lebah jenis Apis mellifera mengikuti musim bunga sebagai sumber pakannya dan menghasilkan madu sesuai dengan sumber bunga tersebut. Peternak lebah di pulau Jawa biasanya menggembalakan lebah di perkebunan Kapuk, kelengkeng, Rambutan, durian dll. Biasanya para pemilik perkebunan sangat senang menerima para peternak lebah tersebut, karena lebah madu mempunyai peranan yang sangat besar dalam proses penyerbukan bunga, sehingga sangat diandalkan petani untuk membantu meningkatkan hasil produksi pertanian dan perkebunan.

Kehidupan Lebah Madu
Lebah madu terkenal sebagai lebah yang hidup secara koloni, dimana dalam setiap koloni bisa terdapat 60-70 ribu lebah dalam satu sarang. Suatu keajaiban alam, bahwa walaupun populasi mereka sedemikian padat, tetapi lebah ini mampu melakukan pekerjaannya secara rapi, teratur, dan terencana.

Dalam satu koloni terdiri dari 1 Ratu, lebah pekerja dan pejantan. Disebut Ratu, karena dialah sebagai ratu yang mengatur koloni dan menghasilkan keturunan keturunan lebah sepanjang masa aktifnya sebagai ratu.

Kenapa ada yang disebut lebah pekerja? karena lebah pekerjalah yang mengerjakan seluruh tugas dalam sarang mulai membuat sarang, membersihkan sarang, menjaga sarang, memberi makan larva dan ratu lebah, dan bekerja keras untuk mengumpulkan madu dan bee pollen sebagai sumber pakan semua anggota koloni dan juga Royal Jelly yang dipersembahkan untuk ratunya.
Satu golongan lagi disebut lebah pejantan karena tugas utamanya adalah untuk mengawini sang ratu, dan setelah kawin dia akan mati.

Ratu Lebah
Besar tubuh ratu lebah lebih besar dari lebah pekerja dan beratnya kurang lebih 2.8x dari pekerja. Dalam satu koloni hanya ada 1 ratu, bila ada dalam koloni tsb dua keturunan sebagai ratu maka keduanya akan saling bunuh untuk memperebutkan kekuasaan.

Ratu lebah sangatlah powerful, perintahnya sangat ditaati dalam menjaga keharmonisan koloni oleh semua penghuni koloni. kemanapun si ratu pergi maka satu koloni lebah akan mengikutinya. Disamping itu si ratu bertanggung jawab sebagai penerus kelangsungan hidup koloni lebah yakni bertelur setiap harinya sepanjang masa hidupnya berkisar 1500-2000 butir setiap harinya.

Umur lebah ratu juga lebih lama dibandingkan dengan lebah pekerja atau pejantan. Lebah pekerja berumur sekitar 40 harian tetapi si ratu lebah sanggup hidup hingga 3-5 tahun, sekitar 30 kali lebih lama dari lebah pekerja. Rahasianya terletak pada pola makanannya, yakni memakan Royal Jelly sepanjang hidupnya, dibandingkan dengan lebah pekerja yang hanya mengkonsumsi royal jelly 3 hari pada saat menjadi larva.

Lebah Jantan
Secara fisik lebah jantan lebih kecil dari ratu lebah tetapi lebih besar dari lebah pekerja. Selain itu ciri lain yang paling menonjol adalah matanya yang besar, dimana mata tersebut terdiri dari faset yang lebih banyak dari pada faset pada mata lebah pekerja dan ratu lebah.

Pada tubuh lebah jantan tidak terdapat pipa penghisap madu dan juga tidak mempunyai kantong pollen dikakinya. Dikarenakan itu lebah jantan tidak bertugas untuk mengumpulkan pollen atau madu. Si pejantan hanya membersihkan sarang, menjaga sarang atau tugas tuga ringan dalam sangkar. Sesuai dengan namanya sebagai pejantan, maka fungsi utamanya adalah mengawini Ratu Lebah untuk kemudian mati setelah kawin.

Lebah Pekerja
Lebah pekerja adalah lebah betina, dan mereka mempunyai tanggung jawab untuk bekerja terus sepanjang hayatnya.

Lebah betina mempunyai ukuran tubuh yang paling kecil dibandingkan ratu maupun pejantan. Mempunyai bentuk tubuh yang ramping berwarna hitam kecoklatan, ekornya mempunyai sengat yang lurus dan berduri. Sengat ini merupakan senjata yang ampuh baik untuk melindungi diri sendiri maupun sarang dan menyerang siapapun yang dianggap membahayakan diri dan koloninya. Tetapi kasian, sekali menyengat mereka akan mati.

Lebah pekerja bertanggung jawab atas pekerjaan yang berbeda beda tergantung dari umur masing masing. Suatu suratan alam yang sangat sulit dipercaya, dimana beberapa saat setelah keluar dari kepompong larva lebah pekerja langsung mempunyai tanggung jawab untuk membersihkan sarang lebah dari kotoran-kotoran, dan ketika mereka berumur 3-10 hari maka lebah pekerja muda ini menghasilkan Royal Jelly yang sangat dibutuhkan larva lebah dan ratu lebah.

Lebah pekerja muda ini bertanggung jawab untuk memberi makan larva dan ratu lebah, dimana ratu lebah mengkonsumsi Royal jelly sepanjang hayatnya.

Begitu berusia sekitar 3 minggu, si lebah pekerja naik jabatan dan mempunyai tugas baru diluar sarangnya untuk mencari nectar bunga yang akan diolah menjadi madu dan tepung sari bunga yang diolah menjadi bee pollen.

Tahukah anda bagaimana lebah pekerja ini bertugas? Lebah pekerja ini terbang mencari pollen dan madu dengan menghinggapi beribu-ribu bunga yang sedang merekah, dia menghisap setetes nectar dengan alat hisapnya kemudian menyimpannya ke dalam kantong madu yang ada di adalam tubuhnya. Supaya mereka memperoleh sekitar 375 gram madu, maka si lebah ini harus mondar mandir sebanyak 75.000 kali untuk mengambil nectar. Betapa beratnya si lebah pekerja ini melakukan kerjaannya, harus mondar mandir menempuh jarak dari sarang koloni hingga jarak 3 km dari sarangnya.

Selasa, 06 September 2011

JALAN LURUS PARA NABI

Dan sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan yang lurus. QS Al Mu’minuun: 73.

Nabi Yahya As
Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia. QS Maryam: 7.

12. Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak,
13. dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,
14. dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.
15. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali. QS Maryam: 12-15.

Nabi Isa Al Masih As
Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". QS Maryam: 19.

30. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". QS Maryam: 30-33.

Nabi-nabi lainnya
82. Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. 
  83. Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. 
  84. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya`qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,
  85. dan Zakaria, Yahya, `Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh. 
  86. dan Ismail, Alyasa`, Yunus dan Luth. Masing-masingnya Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya),
87. (dan Kami lebihkan pula derajat) sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus. QS Al An`aam: 82-87.