Minggu, 15 September 2013

Makalah Terstruktur: Menyongsong Pemilu yang Akuntable, Efektif dan Efisien

Tulisan ini disusun untuk memenuhi syarat calon anggota Komisi Pemilihan Umum Kota Tanjung Balai periode 2013 s.d. 2018.

1.   Kepemimpinan

a. Saya beri nilai 96 untuk kepemimpinan, sebab saya ingin memimpin penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) di Kota Tanjung Balai insyaallah berlangsung jujur, adil, tertib, transparan, professional, proporsional, akuntabel, efisien, effektif, damai, lancar tanpa konflik dan sengketa; karena melibatkan peserta pemilu, panitia pengawas, pemantau dan pemerhati pemilu; menghadirkan lebih banyak pemilih terdaftar ke TPS yang hasilnya dipercaya masyarakat luas dan peserta pemilu. Tanpa kecurangan sedikit pun pada tiap tingkatan, mulai dari KPPS, PPS, PPK maupun di tingkat KPU Kota Tanjung Balai sehingga lebih baik dari periode sebelumnya.

Kepemimpinan merupakan perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.

b.  Ketika proses pembentukan anggota PPK dan PPS berlangsung, pada saat wawancara saya menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawabnya dan memintanya menguraikan cara dia menangani masalah yang lazim muncul pada tahap persiapan, pelaksanaan dan tahap merampungkan pemilu, agar ia pada saat terpilih terdorong mencari tahu tugasnya dari waktu ke waktu selama tahapan pemilu berlangsung. Dan terdorong menemukan cara yang tepat menyelesaikan tugas tersebut pada rentang waktu yang ditentukan. Sehingga saya selalu dapat menemukan semangat merampungkan tugas yang bersahut-sahutan antar jajaran penyelenggara pemilu, walaupun gaji mereka jauh di bawah kebutuhan hidup minimum, peralatan kerja yang minim, dan dukungan yang rendah dari sekretariat.

Memberikan keteladanan dalam menangani tugas-tugas penyelenggaraan pemilu, dalam hal kesediaan bekerja di luar jam dinas kantor kala diperlukan, dan menyediakan sendiri alat kerja, telah disemai kepada PPK, PPS dan pegawai sekretariat KPU Kota Tanjung Balai.

Dengan suka rela membagi pengetahuan, teknik dan kiat menggunakan komputer dalam bekerja pun telah dirasakan PPS dan PPK sebagai tambahan penghasilan yang khas, sehingga mereka mendapat kepuasan dan menemukan manfaat sampingan menjadi penyelenggara pemilu.

Sehingga Wildan Sutoyo Dalimunthe sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan, Abdul Halim Ch, BSc pensiunan perawat kesehatan, keduanya PPS kelurahan Bunga Tanjung, Sahrul Effendi PPS Pulau Simardan, Fuji Maulida Sirait PPS Selat Lancang, Wildan Amran PPS Tanjung Balai Kota I, Sri Mulyati, SE PPS Karya, Jefri Errada PPS Keramat Kubah kelimanya pegawai kelurahan; Edi Hasibuan PPS Selat Tanjung Medan, Tumpal Siagian PPS Gading, Ir Khairuddin PPS Pasar Baru, Jumadi PPS kelurahan Perjuangan, Ema Iriani PPS Perwira kelimanya adalah kepala lingkungan; Junaidi, SPd, SH PPS Indrasakti, Putri Maulida, SPd PPS Matahalasan, Junaidi, SPd PPS Tanjung Balai Kota III, Makhyaruddin PPS Semula Jadi keempatnya guru, Raja Iskandar PPS Sijambi sehari-hari bekerja serabutan, Hermansyah Hasibuan PPS Kelurahan Sejahtera sehari-hari bekerja sebagai tukang pangkas; sudah tergerak membeli lap top dengan dana sendiri, agar bisa secara mandiri menyelesaikan penyusunan Daftar Pemilih dan surat-menyurat PPS. Demikian pula semua anggota PPK Tanjung Balai Utara telah membeli lap top masing-masing, juga Hasbullah PPK Datuk Bandar Timur, Guntur dan Rika Syahfitri PPK Teluk Nibung, dan Irwan PPK Sei Tualang Raso.

Menunjukkan cara kerja yang ringkas dan mudah dengan menggunakan komputer dalam memutakhirkan daftar pemilih kepada anggota PPS dan PPK sehingga hasil pemutakhiran data pemilih oleh Pantarlih dari rumah ke rumah, dapat diselesaikan (ditindak lanjuti) PPS atau PPK dalam waktu 10 menit untuk setiap TPS. Sehingga gaji yang rendah Rp 450.000 perbulan bagi anggota PPS dan Rp 1.000.000 bagi anggota PPK yang mereka terima dari negara terasa menjadi pantas, karena pekerjaan sebagai PPS/PPK tidak memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Sementara pekerjaan mereka mencari nafkah di luar kepemiluan tidak terbengkalai.

2.   Integritas

a.  Nilai integritas 97, karena pemilu yang berkualitas dan tertib yang hasilnya dipercaya semua pihak hanya terwujud dari penyelenggara yang berintegritas baik.

b.  Ketika rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara pemilihan umum Gubernur Sumatera Utara di tingkat KPU Kota Tanjung Balai berlangsung, saya menolak menandatangani hasil penghitungan suara, karena perolehan suara pasangan Gatot-Tengku Erry berkurang 2 (dua), akibat PPS kelurahan Sirantau tidak pas (cermat) menyalin rekapitulasi perolehan suara. Berkurangnya 2 suara tersebut berlanjut ke rekapitulasi tingkat PPK Datuk Bandar dan rekapitulasi tingkat KPU Kota Tanjung Balai.

Dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitunan suara, ketika itu Panwaslu Kota Tanjung Balai menolak revisi perolehan suara Gatot-Tengku Erry karena kekeliruan penghitungan belum diterapkan di rekapitulasi tingkat PPK Datuk Bandar dan belum diberitahu ke Panwaslu sebelum acara rapat pleno rekapitulasi di tingkat KPU Kota Tanjung Balai berlangsung. Dan saksi pasangan Gatot-Tengku Erry (berdasarkan hasil quick count pada saat itu sudah diketahui sebagai pemenang) tidak keberatan pula atas realitas berkurangnya perolehan suara tersebut.

Saya menolak menandatangani hasil rekapitulasi penghitungan suara tersebut karena ada suara peserta pemilu yang berkurang walaupun hanya 2. Sebab berkurangnya suara sudah diungkapkan dalam rapat pleno tersebut. Panwaslu dan masing-masing saksi peserta pemilu pun sudah memeriksa catatan masing-masing, Semua saksi peserta pemilu dan Panwaslu sudah menyadari telah terjadi kekurangan perolehan suara Gatot-Tengku Erry, tetapi rekan sejawat lainnya bersikap menolak koreksi.

Contoh yang lain, Daftar Pemilih di kota Tanjung Balai ketika Pemilu Walikota 2010 dan Pilgubsu 2013 memuat kolom Nomor Kartu Keluarga, sementara secara regional dan nasional belum mencantumkannya. Baru mulai dicantumkan pada Pemilu DPR, DPD dan DPRD 2014. Inisiatif ini dapat diterapkan karena jumlah kolom daftar pemilih di peraturan cuma mengatur jumlah kolom yang minimal, dan sanggahan dari ke-4 anggota KPU Kota Tanjung Balai lainnya dapat direduksi melalui dialog, sehingga dapat diimplementasikan. Tujuannya untuk memudahkan KPPS membagikan Surat Pemberitahuan Tempat dan Waktu Pemungutan Suara atau Surat Undangan (C6) kepada pemilih, karena anggota keluarga tercantum berurutan tanpa diselingi orang lain, dan juga untuk memudahkan pencarian pemilih yang ganda.

Ketika Pemilu Gubernur Jakarta 2012 putaran I usai, Jimly Asshiddiqie ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) di Republika online, menyatakan, ke rumahnya diserahkan Undangan Memilih selain untuk dirinya dan keluarganya juga menerima 2 Undangan Memilih orang lain yang tidak mereka kenal, sementara ia juga mendengar keluhan banyak orang yang tidak menerima Undangan Memilih. Berita tersebut saya tanggapi dengan menawarkan jalan keluar, agar masalah tersebut tidak terulang kembali, saya sarankan KPU DKI Jakarta pada  putaran ke II agar mencantumkan Nomor Kartu Keluarga di Daftar Pemilih, sehingga Undangan Memilih dapat diserahkan tepat sasaran.

Karena berita dan tanggapan tersebut dibaca secara online juga oleh anggota KPU Pusat, maka pencantuman kolom Nomor Kartu Keluarga mulai diatur di pasal 9 ayat (2) Peraturan KPU nomor 9 tahun 2013 tentang Penyusunan Daftar Pemilih Pemilu DPR, DPD dan DPRD.

Integritas adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kode etik, satunya kata dengan perbuatan, amanah, dapat dipercaya, jujur, cakap dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik, serta teguh menegakkan yang benar walaupun sendiri saja.

3.   Independensi

a.  Saya beri nilai 98 untuk independensi, karena saya ingin menjadi penyelenggara pemilu yang adil dan profesional,  tidak berat sebelah, tidak condong kepada partai manapun, dan tidak berminat condong kepeserta pemilu yang mana pun juga, sehingga dapat memperlakukan peserta pemilu secara setara, seimbang, proporsional, santun dan beradab.

b.  Pada saat verifikasi dukungan calon anggota DPD, beberapa anggota PPK yang bertugas melakukan verifikasi faktual bertanya kepada saya, apakah dukungan atas calon anggota DPD yang muslim dianggap saja semua memenuhi syarat agar mereka dapat lolos sebagai peserta pemilu 2014; dan atas calon anggota DPD yang non muslim diperlakukan apa adanya.

Ketika itu saya jawab dengan rasa geram, “perlakukan saja semua calon anggota DPD apa adanya, setara, tanpa pandang bulu.”

Lalu saya katakan, “sebenarnya salah satu dari calon anggota DPD adalah teman saya waktu kecil di Panti Asuhan Muhammadiyah Medan. Dia sudah meminta saya agar membantunya. Tetapi saya tidak akan menyebutkan siapa namanya, kepada kalian, tidak juga kepada anggota KPU lainnya dan sekretariat. Sekedar menyebutkan namanya pun tidak akan saya lakukan, karena saya berpendapat, baru segini wewenang kita peroleh, untuk apalah kita nodai. Kita lakukan saja verifikasi dukungan calon anggota DPD sesuai standar, bila pendukung mengatakan mendukung, tulis ‘memenuhi syarat’, kalau pendukung mangatakan tidak mendukung, tulis ‘tidak memenuhi syarat’.”

Pada saat rekapitulasi dukungan calon anggota DPD, teman yang sudah dianggap saudara tersebut, karena sama-sama diasuh dan dibesarkan di Panti Asuhan Muhammadiyah, tidak lolos dan harus memperbaiki daftar dukungan.

Pada verifikasi dukungan yang kedua, dukungannya di Kota Tanjung Balai tetap lebih banyak ‘tidak memenuhi syarat yakni 4’, yang ‘memenuhi syarat cuma 2’.

c.   Sikap saya ketika terdapat kepentingan partai politik tertentu meminta kepentingannya diakomodasi dan jika tidak diakomodasi akan terjadi keguncangan politik yang besar, menolaknya dengan cara yang bijaksana. Lalu menghela napas dalam-dalam sambil istighfar, bertasbih, bertahmid, bertahlil dan bertakbir dalam hati atau dengan suara berbisik, agar segera mendapat taufik, hidayah dan kekuatan dari Allah, lalu berdoa agar Allah menimbulkan rasa takut ke dalam hati dan pikiran pengurus partai politik tersebut. Lalu mengamati situasi sambil membicarakannya dengan ke-4 komisioner lainnya dan sekretaris. Bila ancaman keguncangan politik tidak dapat kami redam sendiri, secepatnya berkoordinasi dengan KPU Provinsi dan melaporkannya kepolisi.

4.   Kompetensi Kepemiluan

a.    Pemilu penting dalam negara demokrasi,  karena ia merupakan prosedur penyerahan kekuasaan (kedaulatan) dari rakyat kepada wakilnya (calon eksekutif dan legislative) untuk memimpin penyelenggaraan negara, mengawasi penyelenggaraan negara, merencanakan dan mengawasi keuangan negara, menyalurkan aspirasi politik rakyat,  dan untuk membuat undang-undang dan peraturan.

b. Hubungan antara sistem pemilu, sistem kepartaian, dan sistem pemerintahan
Demokrasi dirumuskan, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, direalisasikan melalui system pemilu, secara berkala setiap 7 tahun, 6 tahun, 5 tahun, atau 4 tahun sekali; di berbagai negara yang menganut system pemerintahan presidentiil maupun pemerintahan parlementer. Atau dilaksanakan lebih cepat dari itu, manakala pemerintah gagal mendapat persetujuan/kepercayaan dari parlemen, sebagaimana yang lazim terjadi pada system pemerintahan parlementer.

Pemilu diselenggarakan oleh suatu komisi yang bersifat nasional, tetap dan mandiri. Di Indonesia pada masa orde baru pemilu diselenggarakan oleh pemerintah.

Pemilu DPR dan DPRD diikuti oleh partai politik, pada 2009 dan 2014 menggunakan system proporsianal terbuka, pada pemilu 2004 menggunakan system proporsional dengan daftar calon terbuka. Pemilu DPD dilaksanakan dengan system distrik berwakil banyak. Calon presiden dan wakil presiden diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik. Peserta pemilu Gubernur, Bupati/Walikota dan wakilnya adalah partai politik, gabungan partai politik dan perorangan.

Rakyat sebagai pemegang kedaulatan, masing-masing memiliki tanggung jawab, hak dan kewajiban ketika menunjukkan kedaulatannya, harus disalurkan secara tertib agar kedaulatan seseorang tidak berbenturan dengan kedaulatan orang lain, melalui system pemilu yang demokratis, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, yang pesertanya adalah pemuka masyarakat selaku perorangan dan perorangan yang terorganisir dalam system partai politik, satu, dua, tiga ataupun multi partai, guna memilih pemimpin yang akan menyelenggarakan system pemerintahan guna mengurus dan melayani seluruh lapisan masyarakat, serta memilih wakil rakyat yang akan menjalankan fungsi pengawasan, menyalurkan aspirasi politik rakyat, membuat undang-undang dan peraturan sebagai landasan bagi semua pihak dalam menjalankan fungsi masing-masing, serta merumuskan anggaran pendapatan dan belanja untuk membiayai pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut di setiap tingkatan pemerintahan, dari pusat hingga ke daerah.

c.  Siklus/tahapan penyelenggaraan pemilu, terdiri dari 3 tahapan kegiatan, yakni :
  1. Tahapan persiapan
  2. Tahapan pelaksanaan
  3. Tahapan penyelesaian
 Siklus/tahapan penyelenggaraan pemilu merupakan rangkaian berbagai kegiatan dalam rentang waktu yang ditentukan oleh undang-undang atau peraturan pelaksanaan undang-undang berupa kegiatan persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian pemilu, yang diurai menurut jenis kegiatan, tenggat waktu dan subjek pelaksananya, yang berawal dari kegiatan perencanaan program dan anggaran serta penyusunan peraturan pelaksanaan penyelenggaraan pemilu; puncaknya adalah pemungutan suara dan rekapitulasi penghitungan suara; disudahi dengan kegiatan pengucapan sumpah/janji calon terpilih dan penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan. Disusun untuk menjadi pedoman waktu bagi struktur organisasi KPU, pengawas, pemantau, peserta pemilu, Direktur Jenderal Anggaran, Polisi, pemerintah dan warga negara secara bersinergi menjalankan fungsi masing-masing.

d.  Untuk menciptakan pemilu yang berkualitas, saya akan melakukan:
Mengangkat, melatih dan membimbing staf menggunakan aplikasi komputer untuk menangani tugas memutakhirkan daftar pemilih dan penghitungan cepat suara pemilu, 1 orang perkecamatan di sekretariat KPU Kota Tanjung Balai. Karena selama ini PPK dan PPS  tidak dapat dilatih, dibimbing dan diawasi secara intensif, dan terasa tidak manusiawi dengan gaji rendah di bawah kebutuhan hidup minimum, jika diharuskan mencurahkan waktu dan perhatiannya menangani ke 2 hal itu secara intens, dengan meninggalkan pekerjaan mencari nafkah yang cukup untuk keluarganya, juga  kendala mendapatkan anggota PPK dan PPS yang mahir komputer berusia minimum 25 tahun sesuai batasan UU 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu. Sehingga PPS dan PPK terkait pemutakhiran daftar pemilih, berfungsi menerima dan meneruskan laporan Pantarlih dan masyarakat ke KPU Kota Tanjung Balai, serta meneliti, mengesahkan dan mengumumkan hasil cetak Daftar Pemilih.

Agar Undangan Memilih secara optimum dapat diserahkan kepada yang bersangkutan atau melalui keluarganya. Pemilih terdaftar yang belum diserahi Undangan Memilih akan dimonitor dan ditabulasi pada H-1 dilaporkan via sms oleh ketua KPPS, lalu diverifikasi faktual oleh PPS dan PPK bila ada Undangan Memilih yang tidak dapat diserahkan.

Untuk menjaga kemurnian hasil perolehan suara tiap-tiap peserta pemilu, penghitungan cepat akan dilakukan di tingkat KPU Kota Tanjung Balai menggunakan aplikasi komputer oleh staf yang disebut di atas. Sehingga hasil pemilu legislative 12 jam, pilpres dan pemilukada 4 jam setelah pemungutan suara ditutup, sudah terkumpul dan selesai ditabulasi, yang dapat diakses peserta pemilu, panwas, pemantau, pers maupun caleg. Sehingga Rekapitulasi Penghitungan Suara di tingkat PPS dan PPK dapat diawasi optimum, insyaallah tiada kecurangan dan kesilapan. Aplikasi komputer yang sama juga akan diberikan kepada PPK dan PPS atau sekretariatnya agar mereka dapat juga melakukan penghitungan cepat, sehingga dapat dicek & ricek akurasinya sebelum Rapat Rekapitulasi Penghitungan Suara yang formal digelar.

Rencana tersebut belum dapat diterapkan pada masa yang lalu, karena komputer yang baik belum tersedia cukup, begitu pula staf yang mahir komputer, karena penerimaan pegawai belum mengutamakan kemahiran menggunakan komputer.

Semoga seleksi anggota KPU mendatang tak lagi menyertakan test buta warna, agar saya dapat bersaing dalam seleksi yang tidak diskriminatif, insyaallah.

Jumat, 23 Agustus 2013

Menguatkan Rupiah

Pelemahan rupiah yang tengah berlangsung sebaiknya disikapi dengan bijak untuk mawas diri massal, karena kita telah lalai mensyukuri yang ada di negeri kita, serta lalai memakmurkan bumi dan manusia.

Yang penting pelemahan rupiah jangan diikuti kepanikan massal. Karena kalau kita panik bareng-bareng, dapat membuat rupiah makin melemah. Cukuplah yang panik itu, orang yang masih menjadikan mata uang sebagai komoditi, karena itu adalah siksa bagi mereka.
Kegiatan impor cabai, bawang, daging sapi sudah bisa dihentikan, karena lebaran telah usai.


Pemerintah agar segera mengumumkan stimulan pembangunan infrastruktur jalan, listrik dan telekomunikasi untuk mendukung kegiatan produksi pertanian, sehingga produksi pertanian rakyat dapat bergairah karena bisa dipasarkan.


Pembangunan pembangkit listrik tenaga air diperbanyak, mulai dari air terjun yang

berkapasitas kecil hingga yang besar, jangan disia-siakan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya. Sehingga PLN segera berada dalam tahap transisi meninggalkan pembangkit listrik tenaga diesel, agar dana subsidi listrik segera dapat dialihkan ke pembangunan jalan tol trans Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua.

Pemerintah mendorong pengolahan sampah hayati, dan hasil pertanian yang berlimpah dan harga jualnya rendah menjadi kompos dan benzine, untuk digunakan sebagai pupuk dan bahan bakar kenderaan, sehingga impor bahan bakar minyak menuju nol, yang terlalu banyak menyedot devisa dan dana subsidi.


Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". QS Ibrahim: 7.


Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. QS Al A’raf: 96.

Kamis, 22 Agustus 2013

Memahami Tragedi Mesir

Peristiwa yang berlangsung di Mesir adalah azab, akibat tidak sabar dan tertib dalam antrian menjadi penguasa dan bertoleransi ketika berbeda aspirasi. Seperti kaum Tsamud tidak suka antrian dengan ‘unta cobaan’ memperoleh air minum di telaga, sehingga kaum tersebut musnah oleh gempa dahsyat. Untuk memahami kekacauan tersebut, itu adalah terapan hukum qisas.

65. Katakanlah: "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami (nya).
66. Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal azab itu benar adanya. Katakanlah: "Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusanmu". QS Ali Imran: 65-66.

37. Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (azab) -Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera. QS Al Anbiyaa’: 37.

45. Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. QS Al Maaidah: 45.

Tragedi Mesir, menjadi hikmah bagi kita, bahwa masa jabatan penguasa hasil pemilihan umum (pemilu) jangan dirongrong dengan menuntutnya mundur, harus dipertahankan hingga masa periode berakhir, kecuali sudah ada putusan pengadilan yang bersifat tetap menyatakan ia bersalah. Kedua, penguasa yang tumbang karena unjuk rasa, tidak boleh digilir oleh orang yang berperan dalam unjuk rasa. Ketiga, Reformasi Indonesia 1998 tetap kondusif hingga hari ini, karena Amien Rais tidak menjadi Presiden, karena ia adalah lokomotif reformasi 1998, ini sekaligus merupakan jawaban mengapa Amien Rais yang sudah mencapai posisi dominan dalam beberapa waktu pasca reformasi, tetapi secara santun menolak menjadi calon presiden untuk dipilih dalam sidang istimewa MPR Oktober 1999, lalu gagal terpilih pada pemilu presiden 2004.

Tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan (nya). QS Al Hijr: 5.

Bangsa Mesir dapat terhindar dari bencana, mungkin seperti yang dialami kaum Tsamud, sehingga Ikhwanul Muslimin dan golongan manapun, mau kembali tertib dalam menyalurkan aspirasi, dengan tidak melupakan bekerja mencari nafkah dalam kerangka memakmurkan bumi dan manusia. Demokrasi di negara Islam haruslah disalurkan menurut nilai-nilai yang terkandung dalam Islam.

Misalnya tidak menjadikan unjuk rasa sebagai mata pencaharian, dilakukan dengan tertib, tidak berlangsung terus-menerus, tidak memaksakan pendapat, dalam bingkai kesadaran bahwa kebenaran sejati, hanya pada Allah dan Dialah penjaganya.

Mengapa penguasa yang terpilih dalam pemilu harus tetap dipertahankan hingga akhir periode jabatannya ? Karena kekuasaan adalah pemberian Allah yang diberikan kepada orang tertentu saja, dalam jangka waktu tertentu pula. Maka setiap orang harus menghormati masa periode jabatan tersebut, agar tidak terjadi kekacauan dan balas dendam yang berulang-ulang.

Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. QS Ali Imran: 26.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Idul Fitri 1434 H Kamis 8 Agustus 2013

Konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima’ adalah peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi. Peristiwaini akan kembali terjadi pada hari Selasa, 6 Agustus 2013 M, pukul 21 : 51 UT atau Rabu, 7 Agustus 2013 M, pukul 04 : 51 WIB atau pukul 05 : 51 WITA 06 : 51 WIT, yaitu ketika nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 134,582'. Periode sinodis Bulan sendiri terhitung sejak konjungsi sebelumnya hingga konjungsi yang akan datang ini adalah 29 hari 14 jam 36 menit.
Waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat di horizonteramati. Keadaan ini bergantung pada berbagai hal, yang di antaranya adalah semi diameter Matahari, efek refraksi atmosfer Bumi dan elevasi lokasi pengamat di atas permukaan laut (dpl).
Dalam perhitungan standar penentuan waktu terbenam Matahari, semi diameter Matahari dianggap 16’, efek refraksi atmosfer dianggap 34’ dan elevasi pengamat dianggap 0 meter dpl (Seidelmann, 1992). Berdasarkan hal ini Matahari terbenam di wilayah Indonesia pada tanggal 7 Agustus 2013 paling awal terjadi pada pukul 17 : 38 WIT di Merauke dan paling akhir terjadi pada pukul 18 : 55 WIB di Sabang.
Maka hari raya Idul Fitri 1434 H jatuh pada hari Kamis 8 Agustus 2013

Sabtu, 27 Juli 2013

Jalan Keluar Kekacauan Mesir

Katakanlah: "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahaminya QS Alan’am: 65.

Ikhwanul Muslimin dan Muhammad Mursi harus insaf dan mawas diri atas kesalahan mereka ketika mendemo Husni Mubarak, memintanya meletakkan jabatan, sementara pemilihan presiden sudah dipersiapkan tinggal menunggu waktu 7 bulan lagi dan kesalahan ketika kekuasaan itu ada di tangan mereka. Tanpa penyesalan, ketertiban dan ketentraman; kekacauan yang berlangsung kini, sesungguhnya mereka telah menciptakan bencana bagi diri mereka sendiri, mereka lagi menyiksa diri.

Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. QS Ali Imran: 26.



Ketertiban dan ketentraman lebih penting dari kekuasaan maka berjuanglah mewujudkannya. Kegiatan yang mengganggu ketertiban, ketentraman dan merongrong pemerintah yang hampir usai masa jabatannya dan tengah mempersiapkan peralihan kekuasaan melalui pemilihan umum, dengan mengadakan unjuk rasa dengan meninggalkan pekerjaan mencari nafkah, adalah gerakan yang mubazir dan hina. Bila ingin berkuasa capailah dengan cara yang ma'ruf, bukan dengan cara menciptakan kekacauan dan huru hara.


Agar bangsa Mesir tidak musnah seperti umat Nabi Shaleh yakni kaum Tsamud, mereka harus menegakkan ketertiban, ketentraman dan menghormati periode jabatan sebagaimana tersirat dalam anjuran Nabi Yusuf.


61. Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya)."
62. Kaum Tsamud berkata: "Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami."
63. Shaleh berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapakah yang akan menolong aku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain daripada kerugian.
64. Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mu`jizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat."
65. Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shaleh: "Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan."
066. Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
67. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
68. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud. QS Huud:  61-68.

47. Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.
48. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. QS Yusuf: 47-48.

Kamis, 11 Juli 2013

DPS Pileg 2014

Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara
Pemilu DPR, DPD dan DPRD 2014
Oleh KPU Kota Tanjung Balai
No
Nama Kecamatan
Jumlah Desa / kelurahan
Jumlah TPS
Jumlah Pemilih



Laki-laki
Perempuan
L + P
1
Tanjung Balai Selatan
6
57
        7.541
         7.950
       15.491
2
Tanjung Balai Utara
5
42
        6.403
         6.370
       12.773
3
Sei Tualang Raso
5
52
        8.326
         8.274
       16.600
4
Teluk Nibung
5
74
     11.780
      11.367
       23.147
5
Datuk Bandar
5
68
     11.365
      11.480
       22.845
6
Datuk Bandar Timur
5
62
        9.848
         9.515
       19.363

Total
31
355
     55.263
      54.956
    110.219

Disyahkan di Tanjung Balai pada tanggal 10 Juli 2013. Periksa nama anda dan keluarga terdaftar sebagai pemilih, di kantor Lurah/Desa.

Senin, 24 Juni 2013

Visi & Misi Gubernur Sumatera Utara Terpilih Periode 2013-2018

VISI
"SUMATERA UTARA YANG MAJU DAN SEJAHTERA DALAM HARMONI KEBERAGAMAN"

Pemahaman terhadap visi tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Sumatera Utara yang Maju
    Bermakna masyarakatnya berpengetahuan dan sadar akan kebutuhan secara individual atau kelompok, serta menggunakan akal sehat, dapat mengikuti dan menyesuaikan dengan perkembangan nasional dan global, namun tetap mempertahankan ciri dan identitas masyarakat Sumatera Utara yang majemuk serta bijaksana menghargai adat.
  2. Sumatera Utara yang Sejahtera
    Adalah masyarakat yang terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin berdasarkan keperluan baik individu maupun kelompok yang dipenuhi secara tertib berdasarkan program. Melalui pelaksanaan visi ini diharapkan akan terwujud derajat kehidupan penduduk Sumatera Utara yang sehat, layak dan manusiawi.
  3. Sumatera Utara dalam Harmoni Keberagaman
    Bermakna terbentuknya kesesuaian dan keharmonisan masyarakat Sumatera Utara yang beragam di mana hak, kesempatan dan keberagaman tersebut dapat dinikmati secara bersama-sama dan adil oleh setiap kelompok dalam masyarakat di Sumatera Utara.

MISI
Dalam mewujudkan visi yang telah ditetapkan, maka misi yang dilaksanakan adalah:
  1. Mewujudkan Sumatera Utara yang maju, aman, bersatu, rukun dan damai dalam kesetaraan
  2. Mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang mandiri dan sejahtera dan berwawasan lingkungan
  3. Mewujudkan Sumatera Utara yang berbudaya, religius dan keberagaman
  4. Mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang partisipatif dan peduli terhadap proses pembangunan.
Penjelasan makna atas pernyataan misi dimaksud adalah:
  1. Mewujudkan Sumatera Utara yang maju, aman, bersatu, rukun dan damai dalam kesetaraanbermakna bahwa untuk mewujudkan kondisi Sumatera Utara yang maju, aman, bersatu, rukun dan damai dalam kesetaraan maka arah kebijakan pembangunan kedepannya difokuskan kepada mewujudkan pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan yang ditopang oleh peningkatan daya guna dan daya hasil yang lebih maksimal dari berbagai sektor potensial seperti bidang pertanian, kehutanan, industri, usaha kecil dan menengah serta pariwisata.
  2. Mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang mandiri dan sejahtera dan berwawasan lingkungan, bermakna bahwa untuk mewujudkan kondisi masyarakat Sumatera Utara yang mandiri dan sejahtera maka arah kebijakan pembangunan kedepannya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dan hak-hak dasar masyarakat serta meningkatkan kepekaan sosial melalui pengembangan berbagai program yang lebih menyentuh kepada kebutuhan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan, yang berlandaskan pada pembangunan berkelanjutan (sustainable development).
  3. Mewujudkan Sumatera Utara yang berbudaya, religius dan keberagaman, bermakna bahwa untuk mewujudkan kondisi Sumatera Utara yang berbudaya, religius dalam keberagaman maka arah kebijakan pembangunan kedepannya difokuskan kepada kebijakan-kebijakan yang mampu menciptakan suasana kehidupan intern dan antar umat yang saling menghormati dalam rangka menciptakan suasana yang aman dan damai serta meningkatkan kualitas pelayanan kehidupan beragama bagi seluruh lapisan masyarakat agar dapat memperoleh hak-hak dasar dalam memeluk agamanya masing-masing dan beribadah sesuai agama dan kepercayaannya.
  4. Mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang partisipatif dan peduli terhadap proses pembangunanbermakna bahwa untuk mewujudkan kondisi pemberdayaan masyarakat demi menciptakan masyarakat yang mandiri. Arah kebijakan pembangunan kedepannya diarahkan kepada: penciptaan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (enabling): memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat (empowering) serta melindungi kelompok lemah agar tidak tertindas oleh kelompok kuat, dan mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang serta eksploitasi yang kuat atas yang lemah.

Kamis, 20 Juni 2013

Daur Ulang Sampah Pelastik Menjadi Minyak

Persoalan sampah menjadi masalah serius di kota seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung atau Makassar termasuk kota kecil seperti Tanjung Balai, karena sampah pelastik butuh waktu ratusan tahun untuk dapat terurai di alam. Sampah plastik merupakan penyebab permasalahan sosial maupun lingkungan, yang belum terpecahkan.
Hingga kini, sampah pelastik banyak sekali, hingga ada komunitas pencinta lingkungan di Makassar menyebutnya sebagai monster pelastik, dan banyak yang belum peduli. Mereka pakai sekarang, sudah selesai buang, mau numpuk juga tidak peduli. Padahal kalau dibuang sembarangan dan bertumpuk bisa bikin tumpat parit dan sungai sehingga bila hujan lebat jalan dan pemukiman kota banjir.
Tong sampah pengolah plastik dibuat secara khusus, sehingga mampu menghasilkan minyak tanah untuk keperluan rumah tangga.
Alat ini berupa kaleng yang dimodifikasi, kemudian ada pipa besi minimum 2m untuk mengalirkan uap panas, melintasi bejana air pendingin, yang mengeluarkan tetesan minyak, dan wadah penampung. Kaleng ini untuk wadah pemanasan sampah pelastik. Anda dapat membuat sendiri alat pengolahan sampah pelastik, dari bahan kaleng, besi atau guci. Kaleng bekas kemasan biskuit juga bisa, pokoknya menggunakan wadah yang tahan bakar.
Jika pemanasan stabil selama 30 menit, minyak mulai menetes pada ujung pipa.
Problemnya, biaya pengadaan energi untuk memanaskan plastik jauh lebih besar dari harga jual minyak yang dihasilkan. Sehingga secara ekonomi belum layak dilakukan.

Selasa, 28 Mei 2013

HARI INI ADA CARA GAMPANG MENENTUKAN KIBLAT

Secara astronomis, peristiwa matahari berada di atas Ka’bah  dapat terjadi dua kali dalam setahun yaitu pada tanggal 27 dan 28 Mei serta tanggal 15 dan 16 Juli. Pada tanggal ini, nilai deklinasi (posisi) matahari hampir sama dengan titik koordinat lintang Makkah yakni sebesar 21 derajat 25 menit.

Berdasarkan data astronomis, hari ini pukul 12.18 waktu Arab Saudi (WAS) bertepatan pukul 16.18 WIB atau pukul 17.18 WITA, matahari melintas tepat di atas Ka'bah. Dengan demikian, bayangan setiap benda akan menuju Ka'bah atau berhimpit dengan arah Ka'bah di Makkah.

Pengecekan dan pelurusan arah Kiblat ini dapat dilakukan dengan cara manual. Yakni dengan mendirikan benda tegak lurus diukur menggunakan lot pada pelataran yang rata. Atau bisa menggunakan benda yang berdiri tegak lainnya, seperti tiang, galah, tongkat, pintu atau jendela.