Kamis, 08 September 2011

TERNAK LEBAH MADU


68. Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia".
69. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. QS An Nahl: 68-69.

Ada beragam jenis lebah madu yang layak dibudidayakan. Di antaranya dari jenis lebah hutan (apis dorsata), lebah lokal (apis cerana), dan lebah unggul (apis mellifera). 
  
Lebah unggul, sesuai namanya, yang paling disenangi pasar. Jenis ini lebih produktif dibandingkan lebah lokal, juga lebih jinak. Racun pada sengatnya sangat cocok untuk pengobatan berbagai penyakit.

Lebah yang dibudidayakan oleh banyak peternak di dunia, awalnya berasal dari daratan Eropa.

Modal yang diperlukan dalam beternak lebah madu adalah pengetahuan dasar dalam beternak lebah madu, investasi modal tetap yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode panen termasuk alat-alat produksi dan koloni lebah madu minimal 40 kotak idealnya adalah 100 kotak koloni lebah madu.

Pemilihan bibit Lebah Madu jenis unggul
Ciri-ciri bibit lebah madu kwalitas super:
1.        Mempunyai Ratu lebah yang secara fisik bagus dan berusia antara 3 bulan sampai 1 tahun
2.        Jumlah dan kwalitas telor yang dihasilkan Ratu lebah banyak
3.        Hasil panen  lebih banyak baik hasil madu, bee pollen, royal jelly dan propolis
4.        Larva lebah yang dihasilkan lebih segar
5.       Lebah biasanya lebih agresif

Memperbanyak koloni lebah madu
Beternak lebah madu agar menghasilkan keuntungan yang optimal seorang peternak lebah madu harus mempunyai minimal 100 kotak koloni lebah madu. Langkah-langkah untuk meningkatkan jumlah koloni lebah madu:
Gembalakan lebah madu pada lokasi yang tersedia pakan cukup banyak. Dengan tersedianya pakan yang cukup maka ratu lebah akan lebih banyak menghasilkan telor dan lebah pekerja juga lebih giat membuat sarang baru.
1.        Menyiapkan calon Ratu lebah madu untuk ditempatkan dalam koloni lebah madu yang baru.
2.        Memisahkan koloni lebah madu yang sudah padat ke dalam kotak koloni lebah madu yang baru dan  ditempatkan calon ratu lebah baru atau ratu lain yang sudah jadi.

Membuat calon Ratu Lebah
1.      Ambil larva lebah madu yang baru menetas usia 1 hari
2.      Masukan kedalam satu potong frame Royal jelly
3.      Frame Royal jelly yang sudah terisi larva lebah madu di tempatkan pada kotak super ( kotak lebah madu yang berisi koloni lebah madu minimal 2 tingkat)
4.      Sekat/pisahkan kotak super lebah madu tersebut dengan ratu lebah berada di kotak bawah dan frame royal jelly calon ratu lebah madu di tempatkan pada kotak atasnya. Sehingga ratu lebah madu tidak bisa mendekati calon ratu lebah madu.
5.      Diamkan selama 11 hari sampai calon ratu lebah menjadi kepompong.
6.      Setelah sebelas hari calon ratu dipindahkan ke kotak lebah yang besisi koloni lebah tanpa ada ratunya.
7.      13 hari calon ratu lebah keluar kepompong dan langsung diangkat menjadi ratu lebah oleh koloni lebah tersebut
8.       Bisanya setelah seminggu ratu lebah siap untuk kawin dan mengembangkan koloni lebah yang baru ditempat tersebut.

Peralatan Beternak Lebah Madu :
1.     Kotak lebah, tempat koloni lebah madu terbuat dari kayu Suren atau Mahoni
2.     Alat pengasap untuk menjinakan lebah madu yang agresif
3.     Masker pelindung serangan lebah madu
4.     Pengungkit sisiran
5.     Sikat sisiran lebah madu
6.     Sisiran yang terbuat dari rangka kayu dan ditengahnya diberi kawat sebagai penahan landasan sarang lebah madu
7.     Pollen Trap untuk panen Bee Pollen
8.     Frame Royal jelly untuk panen Royal Jelly dan membuat calon Ratu Lebah
9.     Extraktor untuk panen Madu

Penggembalaan Lebah Madu
Antara bulan Mei hingga September adalah masa dimana peternak lebah menggembalakan lebah madunya ke perkebunan-perkebunan yang menyediakan pakan lebah madu cukup banyak.
Peternak lebah madu di pulau Jawa umumnya mengembalakan lebah madu ke perkebunan Karet, Kapuk, Rambutan, Lengkeng, Mangga, Kopi dan Duwet, sehingga dihasilkan Madu berdasarkan spesifikasi jenis bunga.

Antara bulan Mei hinga September inilah saat di mana peternak lebah madu menikmati manisnya pendapatan dari hasil lebah madu seperti madu dari berbagai jenis bunga, Bee pollen dan Royal jelly.
Setelah bulan September peternak lebah madu mengalami masa paceklik, dimana musim madu telah lewat. Untuk menutupi biaya perawatan lebah madu maka umumnya peternak mengembalakan lebahnya ke perkebunan jagung, disini peternak lebah madu dapat menghasilkan Bee pollen jagung dan Royal jelly.

Kendala yang biasa dihadapai Peternak Lebah Madu:
1. Factor Alam (cuaca):
Tahun 2007 banyak peternak lebah madu yang gulung tikar akibat cuaca yang tidak menentu. Sebagai contoh, peternak lebah dengan perhitungan tahun sebelumnya biasanya panen madu kelengkeng sekitar bulan September. Dengan asumsi tersebut peternak lebah madu akan mengembalakan lebahnya ke daerah Ambarawa namun akibat cuaca yang tidak menentu ternyata pohon kelengkeng gagal berbunga.
Peternak yang sudah terlanjur membawa koloni lebahnya ke tempat tersebut tentu akan rugi besar selain biaya transportasi yang mahal juga banyak lebah yang mati kelaparan.

2. Lingkungan Masyarakat
Masyarakat Indonesia pada saat ini mulai memahami manfaat kehadiran peternak lebah madu sama seperti di luar negri. Peternak lebah mulai  dicari (diberi rangsangan mengembangkan ternak lebah) untuk membantu penyerbukan perkebunan dan diberi upah karena telah membantu meningkatkan hasil produksi pertaniannya.

Syarat untuk berhasil dalam bisnis ini cukup dengan menimba ilmu dan menerapkan pengetahuan yang dimiliki tentang kehidupan koloni lebah. 
Misalnya suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 derajat C, pada suhu ini lebah dapat beraktifitas normal. Suhu di atas 10 derajat C lebah masih beraktifitas. 
Di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal (25 derajat C). 
Lokasi yang disukai lebah adalah tempat terbuka, jauh dari keramaian dan banyak terdapat bunga sebagai pakannya.

Lebah madu Apis millifera bisa menghasilkan madu, bee pollen, propolis, royal jelly dalam jumlah yang cukup tinggi untuk tiap tahunnya.

Lebah madu Apis mellifera lebih dikenal dengan sebutan lebah madu Italia. Jenis ini sangat poluper dibelahan benua eropa sebagai lebah ternak. Dan saat ini lebah madu Italia diternakkan di Eropa, Amerika, Australia dan belahan dunia yang lain. Apis Mellifera begitu terkenal karena mampu menghasilkan madu sejumlah 200 kg perkoloni dalam tiap tahunnya.
Lebah madu jenis ini jauh lebih mudah diternakan dibandingkan jenis yang lain, bersifat jinak dan mampu beradaptasi dengan mudah pada suatu lingkungan sehingga lebah jenis ini tidak mudah meninggalkan sarangnya.

Biasanya para peternak akan menggembalakan lebah jenis Apis mellifera mengikuti musim bunga sebagai sumber pakannya dan menghasilkan madu sesuai dengan sumber bunga tersebut. Peternak lebah di pulau Jawa biasanya menggembalakan lebah di perkebunan Kapuk, kelengkeng, Rambutan, durian dll. Biasanya para pemilik perkebunan sangat senang menerima para peternak lebah tersebut, karena lebah madu mempunyai peranan yang sangat besar dalam proses penyerbukan bunga, sehingga sangat diandalkan petani untuk membantu meningkatkan hasil produksi pertanian dan perkebunan.

Kehidupan Lebah Madu
Lebah madu terkenal sebagai lebah yang hidup secara koloni, dimana dalam setiap koloni bisa terdapat 60-70 ribu lebah dalam satu sarang. Suatu keajaiban alam, bahwa walaupun populasi mereka sedemikian padat, tetapi lebah ini mampu melakukan pekerjaannya secara rapi, teratur, dan terencana.

Dalam satu koloni terdiri dari 1 Ratu, lebah pekerja dan pejantan. Disebut Ratu, karena dialah sebagai ratu yang mengatur koloni dan menghasilkan keturunan keturunan lebah sepanjang masa aktifnya sebagai ratu.

Kenapa ada yang disebut lebah pekerja? karena lebah pekerjalah yang mengerjakan seluruh tugas dalam sarang mulai membuat sarang, membersihkan sarang, menjaga sarang, memberi makan larva dan ratu lebah, dan bekerja keras untuk mengumpulkan madu dan bee pollen sebagai sumber pakan semua anggota koloni dan juga Royal Jelly yang dipersembahkan untuk ratunya.
Satu golongan lagi disebut lebah pejantan karena tugas utamanya adalah untuk mengawini sang ratu, dan setelah kawin dia akan mati.

Ratu Lebah
Besar tubuh ratu lebah lebih besar dari lebah pekerja dan beratnya kurang lebih 2.8x dari pekerja. Dalam satu koloni hanya ada 1 ratu, bila ada dalam koloni tsb dua keturunan sebagai ratu maka keduanya akan saling bunuh untuk memperebutkan kekuasaan.

Ratu lebah sangatlah powerful, perintahnya sangat ditaati dalam menjaga keharmonisan koloni oleh semua penghuni koloni. kemanapun si ratu pergi maka satu koloni lebah akan mengikutinya. Disamping itu si ratu bertanggung jawab sebagai penerus kelangsungan hidup koloni lebah yakni bertelur setiap harinya sepanjang masa hidupnya berkisar 1500-2000 butir setiap harinya.

Umur lebah ratu juga lebih lama dibandingkan dengan lebah pekerja atau pejantan. Lebah pekerja berumur sekitar 40 harian tetapi si ratu lebah sanggup hidup hingga 3-5 tahun, sekitar 30 kali lebih lama dari lebah pekerja. Rahasianya terletak pada pola makanannya, yakni memakan Royal Jelly sepanjang hidupnya, dibandingkan dengan lebah pekerja yang hanya mengkonsumsi royal jelly 3 hari pada saat menjadi larva.

Lebah Jantan
Secara fisik lebah jantan lebih kecil dari ratu lebah tetapi lebih besar dari lebah pekerja. Selain itu ciri lain yang paling menonjol adalah matanya yang besar, dimana mata tersebut terdiri dari faset yang lebih banyak dari pada faset pada mata lebah pekerja dan ratu lebah.

Pada tubuh lebah jantan tidak terdapat pipa penghisap madu dan juga tidak mempunyai kantong pollen dikakinya. Dikarenakan itu lebah jantan tidak bertugas untuk mengumpulkan pollen atau madu. Si pejantan hanya membersihkan sarang, menjaga sarang atau tugas tuga ringan dalam sangkar. Sesuai dengan namanya sebagai pejantan, maka fungsi utamanya adalah mengawini Ratu Lebah untuk kemudian mati setelah kawin.

Lebah Pekerja
Lebah pekerja adalah lebah betina, dan mereka mempunyai tanggung jawab untuk bekerja terus sepanjang hayatnya.

Lebah betina mempunyai ukuran tubuh yang paling kecil dibandingkan ratu maupun pejantan. Mempunyai bentuk tubuh yang ramping berwarna hitam kecoklatan, ekornya mempunyai sengat yang lurus dan berduri. Sengat ini merupakan senjata yang ampuh baik untuk melindungi diri sendiri maupun sarang dan menyerang siapapun yang dianggap membahayakan diri dan koloninya. Tetapi kasian, sekali menyengat mereka akan mati.

Lebah pekerja bertanggung jawab atas pekerjaan yang berbeda beda tergantung dari umur masing masing. Suatu suratan alam yang sangat sulit dipercaya, dimana beberapa saat setelah keluar dari kepompong larva lebah pekerja langsung mempunyai tanggung jawab untuk membersihkan sarang lebah dari kotoran-kotoran, dan ketika mereka berumur 3-10 hari maka lebah pekerja muda ini menghasilkan Royal Jelly yang sangat dibutuhkan larva lebah dan ratu lebah.

Lebah pekerja muda ini bertanggung jawab untuk memberi makan larva dan ratu lebah, dimana ratu lebah mengkonsumsi Royal jelly sepanjang hayatnya.

Begitu berusia sekitar 3 minggu, si lebah pekerja naik jabatan dan mempunyai tugas baru diluar sarangnya untuk mencari nectar bunga yang akan diolah menjadi madu dan tepung sari bunga yang diolah menjadi bee pollen.

Tahukah anda bagaimana lebah pekerja ini bertugas? Lebah pekerja ini terbang mencari pollen dan madu dengan menghinggapi beribu-ribu bunga yang sedang merekah, dia menghisap setetes nectar dengan alat hisapnya kemudian menyimpannya ke dalam kantong madu yang ada di adalam tubuhnya. Supaya mereka memperoleh sekitar 375 gram madu, maka si lebah ini harus mondar mandir sebanyak 75.000 kali untuk mengambil nectar. Betapa beratnya si lebah pekerja ini melakukan kerjaannya, harus mondar mandir menempuh jarak dari sarang koloni hingga jarak 3 km dari sarangnya.
Poskan Komentar