Senin, 02 November 2009

Koruptor Ketawa


Polisi dan kejaksaan sebaiknya segera melimpahkan kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah ke pengadilan, jangan kelamaan menyusun berkas perkaranya, agar tidak muncul bisikan setan yang lebih sentimental di otak pakar sekuler, yang sudah terdidik menemukan teori dari hipotesa, sakwa sangka, praduga, dugaan, dan dari bisikan setan. Dan sudah lazim mengabaikan wahyu dan akal sehat. Yang jelas tergambar dari rangkaian kalimat yang digunakan Guru Besar FHUI Hikmahanto Juwana, sebagaimana dimuat Republika 1-11-2009. Tanpa disadari apa yang biasa disebut dengan hati nurani pun sebenarnya dapat juga muncul dari bisikan setan.
Saya cenderung mengharap semua pihak agar sabar memberi kesempatan kepada hakim pengadilan yang mengadili kasus ini dapat membuktikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, bersalah atau tidak. Saya berharap hakim kelak akan bersikap adil, tidak terpengaruh kepada tekanan, dan pemihakan yang kini sudah terpola. Pemihakan oleh oknum anggota DPR, DPD, hakim MK akan memperburuk proses peradilan kasus ini, karena mereka merupakan anggota lembaga tinggi negara, tidak patut buru-buru menaruh curiga kepada proses pemeriksaan. Apa yang tengah berlangsung kini dapat merusak citra semua lembaga tinggi negara di mata rakyat.

Sudah seharusnya kita meminta semua pihak yang tidak berkompeten dan berwenang agar bersabar, tenang dan cooling down. Buang segala keinginan untuk mengadili kasus ini di luar lembaga peradilan yang resmi. Kalau kita tidak memberi kesempatan kepada hakim, menilai kasus ini, berarti benarlah Bibit dan Samad Rianto seperti sangkaan yang dituduhkan polisi dan jaksa kepada keduanya, dan pihak yang getol membela Bibit dan Samad cuma ingin selamat dari giliran pemeriksaan KPK. Alias pamer solidaritas kepada anggota KPK.

Bibit Samad Rianto, Chandra M. Hamzah dan anggota KPK lainnya terimalah realitas ini, agar ke depan dapat bekerja lebih profesional, proporsional, tekun, jujur, adil dan jangan tebang pilih. Walaupun kalian berdua jadi tersangka dan ditahan, gaji tetap jalan kan. Soal mau tetap bekerja pakai laptop dari sel pun bisa koq. Kalau benar memperjuangkan kejujuran, keadilan, anti korupsi terimalah kasus ini sebagai pengorbanan. Kalau takut galodo, jangan berumah di tepian ombak. Kalau tak mau terima resiko, jangan jadi KPK.

QS Alanfal 8:48. Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.

Tidak ada komentar: