Minggu, 06 Februari 2011

Paus Shenouda Berakal Jernih

Masyaallah, ternyata akal  jernih itu datang dari Paus Shenouda, pemimpin etnis Qibti Mesir yang mendukung kepemimpinan Presiden Hosni Mubarak.

Sebaliknya ulama Islam, Yusuf Qardawi dan Ali Khamenei mendukung demonstasi agar Hosni Mubarak mundur, yang  justru dapat menjerumuskan Mesir ke kancah pertikaian panjang, balas-membalas.

Paus Shenouda, pemimpin etnis Qibti Mesir, berakal jernih
Catatan buruk Ikhwanul Muslimin (IM) semakin kelam, kini (13 hari terakhir) di lapangan At Tahrir Kairo, IM menampilkan tingkah anti tatanan beradab dan tak sabar menunggu bersaing dalam pemilu yang demokratis, jujur dan adil September 2011.

IM oposisi  yang memiliki kursi terbanyak ke-2 di parlemen Mesir. Sepatutnyalah tuntutan mereka disampaikan di ruang sidang parlemen, bukan di jalanan. Untuk apa mereka memperoleh kursi di parlemen bila masih berdemonstrasi di jalan dan di tanah lapang.

Belumkah mereka tahu bahwa Hosni Mubarak adalah penguasa Mesir pertama yang dipilih melalui jalur demokrasi, lewat pemilihan umum. Pendahulunya berkuasa melalui kudeta, lalu para kudetawan bergiliran menjadi presiden. Sebelum itu Mesir dipimpin oleh para Fir’aun.

Bahkan Hosni Mubarak atau anaknya Gamal Mubarak tidak bersedia turut serta sebagai calon presiden pada pemilihan umum presiden September 2011.


Mohammed ElBaradei, bakal calon presiden dari Ikhwanul Muslimin Pilpres Sep 2011, mendukung tuntutan demonstrasi Hosni Mubarak segera mundur
Mengapa hal ini belum cukup bagi IM dan Mohammed AlBaradei? Jika Hosni Mubarak bertahan sampai hari pelantikan presiden baru 14-10-2011 tatanan ini juga akan dinikmati Muhammad ElBaradei atau siapapun yang berhasil terpilih kelak di sepanjang masa jabatannya.

Soal lamanya berkuasa, itu persoalan kini, yang harus diperbaiki dengan merevisi konstitusi, sebaiknya direvisi menjadi paling lama 2 periode saja.

Pemimpin etnis Qibti Mesir, Paus Shenouda, mendukung kepemimpinan Presiden Hosni Mubarak. Ia juga meminta para demonstran untuk mengakhiri aksi protes mereka yang menentang rezim berkuasa.

Sebagaimana dilaporkan IRNA (6/2), hal itu dikemukakan Paus Shenouda dalam kontak teleponnya dengan Hosni Mubarak. Seraya meremehkan aksi unjuk rasa jutaan warga Mesir yang telah berlangsung hingga 13 hari itu, pemimpin Kristen Mesir itu mengatakan, "Beberapa ribu penentang itu, tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan jutaan warga pendukung Mubarak."
Seraya meminta para demonstran di Bundaran Tahrir, Kairo, untuk menghentikan aksi mereka, Paus Shenouda memaparkan berbagai kesulitan yang akan dihadapi Mesir akibat berlanjutnya demonstrasi.

Tidak ada komentar: